Mirip Kota Hantu, Forest City Malaysia Kini Jadi Markas Penipuan

Mirip Kota Hantu, Forest City Malaysia Kini Jadi Markas Penipuan

Mirip Kota Hantu, Forest City Malaysia Kembali Menjadi Sorotan Setelah Polisi Membongkar Operasi Penipuan Di Kawasan Hunian Tersebut. Sebanyak 335 Orang Di tangkap Dalam Penggerebekan Besar Pada Juli 2026. Forest City Merupakan Proyek Hunian Besar Di Iskandar Puteri, Johor. Kawasan Ini Pernah Di gadang Sebagai Kota Modern Dengan Beragam Fasilitas Mewah.

Para Tersangka Berusia Antara 20 Hingga 58 Tahun. Polisi Menduga Dua Kelompok Tersebut Menjalankan Penipuan Dengan Target Korban Di Luar Malaysia. Modus Yang Di duga Di gunakan Meliputi Tawaran Investasi Kripto Palsu. Polisi Juga Menemukan Dugaan Praktik Love Scam Yang Menargetkan Korban Di China Dan Indonesia. Penggerebekan Turut Menghasilkan Penyitaan Berbagai Peralatan Elektronik.

Mirip Kota Hantu, Kondisi Kawasan Yang Relatif Sepi Kini Mendapat Perhatian Baru. Polisi Menemukan Sejumlah Apartemen Dan Banglo Yang Di pakai Sebagai Pusat Operasi Sindikat. Penggerebekan Tersebut Membuka Babak Baru Dalam Perjalanan Forest City. Pemerintah Malaysia Kini Menghadapi Tantangan Untuk Menjaga Keamanan Sekaligus Menghidupkan Kembali Kawasan Tersebut. Polisi Menyita Ratusan Komputer Dan Lebih Dari 1.500 Telepon Seluler.

Forest City Awalnya Di Rancang Sebagai Kota Modern Di Johor

Forest City Awalnya Di Rancang Sebagai Kota Modern Di Johor. Lokasinya Berada Di Iskandar Puteri, Johor, Tidak Jauh Dari Singapura. Pengembang Memasarkan Kawasan Ini Dengan Konsep Kota Modern. Berbagai Apartemen, Fasilitas Rekreasi, Area Komersial, Dan Ruang Hijau Menjadi Bagian Dari Proyek. Namun, Perkembangannya Tidak Berjalan Sesuai Harapan Awal.

Jumlah Penghuni Tidak Sebanding Dengan Kapasitas Hunian Yang Tersedia. Pandemi Dan Krisis Properti Di China Turut Memengaruhi Perkembangan Forest City. Kondisi Tersebut Membuat Sebagian Area Terlihat Lengang Dan Kurang Ramai. Meski Begitu, Forest City Tidak Sepenuhnya Kosong. Sejumlah Penghuni, Pelaku Usaha, Dan Komunitas Tetap Menjalankan Aktivitas Di Kawasan Tersebut.

Karena Itu, Penyebutan “Kota Hantu” Lebih Tepat Di pahami Sebagai Gambaran Kondisi Sepi. Istilah Tersebut Tidak Berarti Seluruh Wilayah Forest City Telah Di tinggalkan. Pemerintah Malaysia Kemudian Berusaha Menarik Aktivitas Bisnis Ke Kawasan Ini. Berbagai Insentif Dan Pengembangan Ekonomi Di dorong Untuk Meningkatkan Aktivitas Lokal.  Mirip Kota Hantu, Forest City Kini Mendapat Sorotan Setelah Polisi Membongkar Dua Sindikat Penipuan Online.

Operasi Tersebut Berlangsung Pada 15 Juli 2026. Polisi Johor Menggerebek 27 Unit Apartemen Dan Lima Banglo Yang Di duga Menjadi Pusat Operasi. Lokasi Tersebut Berada Di Sekitar Forest City, Iskandar Puteri. Dalam Penggerebekan Itu, Polisi Menangkap 335 Orang. Mereka Terdiri Dari 309 Warga China, 19 Warga Indonesia, Empat Warga Myanmar, Dan Tiga Warga Malaysia.

Mirip Kota Hantu, Operasi Penipuan Memanfaatkan Banyak Unit Hunian

Mirip Kota Hantu, Operasi Penipuan Memanfaatkan Banyak Unit Hunian Bagi Aktivitas Sindikat. Polisi Menemukan Operasi Yang Menggunakan Banyak Unit Dalam Satu Kawasan. Dalam Salah Satu Penggerebekan, Sindikat Di duga Menggunakan Puluhan Apartemen. Unit-Unit Tersebut Bahkan Tersebar Di Beberapa Lantai Sebuah Menara Hunian.

Polisi Menemukan Berbagai Perangkat Yang Menunjukkan Aktivitas Pusat Panggilan. Komputer, Telepon Seluler, Laptop, Dan Modem Menjadi Bagian Dari Barang Bukti. Selain Itu, Laporan Media Menyebut Para Pekerja Di duga Memiliki Aktivitas Yang Terpusat Di Dalam Lokasi. Temuan Ini Menunjukkan Bagaimana Apartemen Dapat Di ubah Menjadi Tempat Operasional.

Kondisi Tersebut Menjadi Tantangan Bagi Pengelola Properti. Mereka Perlu Memastikan Unit Hunian Tidak Di salahgunakan Untuk Aktivitas Melanggar Hukum. Pihak Berwenang Juga Terus Menelusuri Jaringan Yang Lebih Besar. Polisi Johor Menyatakan Upaya Mengejar Pihak Yang Di duga Menjadi Dalang Masih Berlangsung. Selain Penindakan, Kerja Sama Antarnegara Menjadi Penting.

Penipuan Online Dapat Menjangkau Korban Dari Banyak Negara Dalam Waktu Singkat. Polisi Malaysia Bahkan Berencana Bekerja Sama Dengan Interpol. Langkah Ini Menunjukkan Bahwa Kasus Forest City Memiliki Dimensi Lintas Negara. Forest City Kini Menghadapi Tantangan Besar Untuk Memperbaiki Citra Kawasan. Berita Mengenai Sindikat Penipuan Dapat Memengaruhi Persepsi Calon Penghuni Dan Investor.